Suka Damai, 13 Januari 2026 — Desa Suka Damai, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, menjadi sorotan publik setelah berbagai kegiatan kemasyarakatan yang digagas dan diikuti secara aktif oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila). Kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya mendorong partisipasi warga dalam berbagai aktivitas desa, tetapi juga berhasil menciptakan suasana yang lebih hidup dan dinamis di tengah masyarakat.

Beragam kegiatan dilaksanakan bersama perangkat desa dan warga, mulai dari kegiatan sosial, edukatif, hingga penguatan kreativitas masyarakat. Antusiasme warga terlihat jelas dalam setiap agenda yang digelar, menunjukkan sinergi positif antara mahasiswa KKN dan masyarakat Desa Suka Damai.
Menariknya, aktivitas tersebut turut mendapat perhatian dari salah satu saluran televisi yang datang langsung ke Desa Suka Damai untuk melakukan peliputan. Hal ini tidak terlepas dari meningkatnya perhatian publik terhadap desa tersebut, yang sebelumnya juga sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Konten kreatif yang diunggah mahasiswa KKN melalui platform TikTok berhasil menarik minat warganet, sehingga nama Desa Suka Damai semakin dikenal luas.
Salah satu konten yang viral menampilkan keunikan interaksi warga desa dengan aparat setempat yang dinilai memiliki kemiripan dengan tokoh nasional, sehingga mengundang respons positif dan hiburan dari masyarakat luas. Fenomena tersebut secara tidak langsung membawa dampak promosi bagi Desa Suka Damai.
Koordinator Mahasiswa KKN Unila menyampaikan bahwa pemanfaatan media sosial dilakukan sebagai upaya memperkenalkan potensi desa dengan cara yang kreatif dan tetap menjunjung etika. “Kami ingin menunjukkan bahwa desa memiliki banyak hal menarik, dan media digital bisa menjadi sarana untuk memperluas jangkauan informasi secara positif,” ujarnya.
Dengan adanya liputan televisi ini, diharapkan Desa Suka Damai semakin dikenal dan mampu mendorong pengembangan potensi lokal. Mahasiswa KKN Unila berkomitmen untuk terus berkontribusi secara aktif, tidak hanya melalui program kerja fisik dan nonfisik, tetapi juga melalui pendekatan kreatif yang melibatkan masyarakat secara langsung.
