
Pada hari Minggu, 5 Januari, Mahasiswa KKN melaksanakan kegiatan survei awal di Desa Marga Kaya sebagai tahap orientasi sebelum pelaksanaan program kerja. Kegiatan diawali dengan kedatangan mahasiswa ke desa dan pencarian lokasi posko yang akan digunakan selama masa KKN. Dalam proses ini, mahasiswa diingatkan untuk senantiasa menjaga nama baik almamater serta saling mengingatkan satu sama lain dalam bersikap dan bertindak selama berada di lingkungan masyarakat.
Pendampingan kegiatan survei dilakukan dengan memberikan arahan terkait teknis pelaksanaan KKN. Arahan pertama menekankan pentingnya penentuan posko KKN yang wajib digunakan sebagai tempat menginap mahasiswa. Posko dapat bersifat berbayar maupun gratis, bergantung pada hasil negosiasi dengan pemilik, dengan catatan utama bahwa lokasi tersebut harus aman dan layak digunakan.
Arahan kedua berkaitan dengan pemetaan potensi dan permasalahan desa yang nantinya akan diangkat menjadi program kerja. Program kerja diharapkan bersifat kolaboratif, baik antarmahasiswa lintas jurusan maupun dengan kelompok masyarakat desa. Dalam satu program kerja dimungkinkan untuk melibatkan hingga empat mahasiswa, dengan tetap menyesuaikan arahan dan persetujuan dari Prof. Admi Syarif PhD.
Arahan ketiga menyangkut fleksibilitas pelaksanaan program kerja selama 30 hari, dengan prinsip tidak memberatkan mahasiswa maupun masyarakat. Terkait sarana transportasi, mahasiswa diarahkan untuk berkoordinasi dengan Kepala Desa serta menyampaikan hasil koordinasi tersebut kepada Prof. Admi Syarif PhD.

Berdasarkan hasil survei lapangan, Desa Marga Kaya memiliki kegiatan unggulan berupa koperasi KDKMP yang berada di bawah pengawasan desa. Dari total 146 desa penerima program KDKMP secara nasional, terdapat empat desa aktif, termasuk Desa Marga Kaya. Kegiatan koperasi meliputi penyusunan Buku Kas Umum (BKU) serta pembuatan kurva administrasi keuangan.
Mayoritas mata pencaharian masyarakat Desa Marga Kaya adalah buruh tani dan petani, dengan persentase mencapai sekitar 90%. Potensi utama desa terletak pada sektor pertanian dan peternakan. Terdapat 13 kelompok tani dan tiga kelompok peternak, dengan ternak dominan berupa sapi, sementara peternakan ayam masih tergolong minim. Hasil pertanian utama meliputi padi, jagung, singkong, serta sedikit komoditas sawit. Sebagian hasil pertanian digunakan sebagai stok pangan rumah tangga, sementara sisanya dijual melalui Bulog maupun pengepul.
Permasalahan yang sering dihadapi petani antara lain gagal panen akibat hama, khususnya tikus, serta faktor alam. Pupuk pertanian sebagian besar diperoleh dari subsidi pemerintah, sementara pupuk organik tersedia cukup melimpah karena berasal dari limbah peternakan sapi yang diolah menjadi kompos. Jumlah kepala keluarga di Desa Marga Kaya tercatat sekitar 1.100 KK.
Kegiatan Karang Taruna di desa saat ini berada dalam kondisi vakum atau mati suri, karena aktivitasnya sangat bergantung pada kegiatan tertentu. Meskipun demikian, masih terdapat struktur kepengurusan, dan Karang Taruna terakhir kali aktif saat pelaksanaan turnamen beberapa bulan sebelumnya. Mahasiswa KKN diberi kesempatan untuk berkolaborasi dengan Karang Taruna maupun kelompok tani dalam pelaksanaan program kerja.
Di bidang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Desa Marga Kaya memiliki beberapa produk seperti kopi, tahu, tempe, dan peyek, meskipun kontribusinya belum signifikan terhadap perekonomian desa. Secara geografis, desa ini berada di dataran tinggi dengan kondisi alam yang relatif baik dan mendukung sektor pertanian.
Terkait pengembangan wisata, Desa Marga Kaya belum memiliki objek wisata yang terkelola secara resmi. Terdapat harapan agar sektor pertanian dapat dikembangkan menjadi eduwisata, namun realisasinya masih terkendala anggaran serta keterbatasan sumber daya. Selain itu, terdapat kendala pada ketersediaan air, efisiensi biaya, dan daya listrik, meskipun jaringan listrik sudah tersedia di sekitar aliran sungai.
Kelompok Wanita Tani (KWT) anggrek saat ini tergolong sangat aktif dan memiliki potensi untuk dikembangkan melalui kolaborasi dengan mahasiswa KKN, khususnya dalam hal pelabelan produk dan pengembangan pemasaran sebagai produk unggulan desa.
Pelaksanaan kegiatan rutin mingguan maupun bulanan di desa masih cukup terbatas karena keterbatasan anggaran, sehingga sebagian kegiatan bersifat simbolik dan motivasional. Desa Marga Kaya terdiri dari empat dusun, yang seluruhnya direncanakan untuk dikunjungi oleh mahasiswa KKN selama masa pengabdian.
Di bidang kesehatan, terdapat tiga posyandu yang aktif dengan seluruh kader yang menjalankan tugas secara rutin. Selain itu, fasilitas pendanaan dari pihak perbankan dinilai cukup mudah diakses, dengan catatan penggunaan dana harus memiliki tujuan yang jelas dan perencanaan yang matang. Program pemberdayaan peternakan berbasis bagi hasil telah berjalan dan saat ini mencakup 23 ekor ternak.
Sebagai rekomendasi awal, disarankan agar mahasiswa KKN dari bidang kesehatan atau kedokteran dapat menyusun program kerja berupa sosialisasi pencegahan stunting melalui kegiatan posyandu, serta dilengkapi dengan pembuatan peta wilayah sebagai bentuk pendataan dan perencanaan kesehatan masyarakat.
