Bandar Lampung, 6 Januari 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 yang ditempatkan di Kecamatan Sukarame mulai melaksanakan rangkaian kegiatan pra-KKN. Kegiatan diawali dengan pelaksanaan lokakarya singkat tingkat kecamatan yang bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa KKN dengan wilayah penempatan serta memperkuat koordinasi awal dengan pemerintah setempat.
Lokakarya pra-KKN tersebut diselenggarakan di Kecamatan Sukarame dan dihadiri oleh Camat Sukarame, Sekretaris Camat, dua orang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta para Lurah dari enam kelurahan yang berada di wilayah Kecamatan Sukarame. Kehadiran unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara mahasiswa KKN dengan aparatur wilayah.
Dalam lokakarya tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran umum mengenai kondisi sosial, lingkungan, serta potensi permasalahan di masing-masing kelurahan. Selain itu, disampaikan pula informasi terkait rencana pelepasan mahasiswa KKN ke kelurahan masing-masing yang dijadwalkan pada tanggal 9 Januari 2026.
Setelah kegiatan lokakarya selesai, mahasiswa KKN dibagi ke dalam kelompok sesuai dengan wilayah penugasan. Kelompok KKN Way Dadi 2 diarahkan untuk mengikuti dan berkoordinasi langsung dengan Lurah Way Dadi. Selanjutnya, mahasiswa KKN Way Dadi menuju Kantor Kelurahan Way Dadi untuk melaksanakan kegiatan pengenalan secara langsung dengan pihak kelurahan.

Dalam pertemuan di Kantor Kelurahan Way Dadi, pihak kelurahan menyampaikan berbagai arahan teknis terkait pelaksanaan KKN, di antaranya penentuan posko KKN yang diupayakan dicari secara mandiri oleh mahasiswa, pengaturan jadwal kehadiran mahasiswa di kelurahan secara bergantian dengan kelompok KKN Way Dadi 1, serta mekanisme komunikasi dan pelibatan masyarakat melalui RT setempat.
Pihak kelurahan juga memberikan gambaran umum terkait kondisi dan permasalahan masyarakat, seperti isu keamanan berupa pencurian kendaraan bermotor, potensi banjir di beberapa titik wilayah terutama di sekitar area pembangunan, serta kondisi sosial masyarakat yang relatif rukun dan saling mengenal. Selain itu, disampaikan pula berbagai kegiatan rutin masyarakat, seperti gotong royong yang dilaksanakan secara berkala, senam pagi, pengajian, serta kegiatan posyandu.
Selanjutnya, mahasiswa KKN Way Dadi dibagi kembali ke dalam dua lingkup lingkungan (LK), yaitu Lingkungan 1 dan Lingkungan 2. Kelompok KKN Way Dadi 2 mendapatkan penugasan di Lingkungan 2. Setelah pembagian tersebut, mahasiswa melanjutkan kegiatan dengan melakukan kunjungan ke wilayah RT 06 Lingkungan 2 untuk melakukan pengenalan serta diskusi awal bersama Ketua RT setempat.
Dalam diskusi bersama Ketua RT 06, mahasiswa KKN memperoleh berbagai informasi penting terkait kondisi lingkungan. Beberapa permasalahan yang disampaikan antara lain sering terjadinya banjir di ruas jalan menuju pasar, meskipun genangan air biasanya cepat surut. Selain itu, disampaikan bahwa program biopori yang pernah dilaksanakan oleh KKN tahun sebelumnya belum memberikan dampak yang signifikan dalam mengurangi banjir.
Ketua RT juga menyampaikan bahwa kegiatan masyarakat di lingkungan tersebut cenderung mengikuti program dari kelurahan, seperti gotong royong yang dilaksanakan sesuai penjadwalan lurah. Ibu-ibu PKK tergolong aktif, sementara kegiatan seni dan budaya anak-anak umumnya hanya dilaksanakan pada momentum peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Untuk kegiatan penyuluhan, mahasiswa KKN disarankan berkoordinasi dengan pemuda setempat sesuai dengan jenis program yang akan dilaksanakan.
Kegiatan pra-KKN pada hari tersebut menjadi tahapan penting bagi mahasiswa KKN Way Dadi dalam mengidentifikasi permasalahan, potensi, serta kebutuhan masyarakat di Lingkungan 2 Kelurahan Way Dadi. Seluruh informasi yang diperoleh akan menjadi bahan dasar dalam penyusunan program kerja KKN agar program yang dirancang dapat tepat sasaran, realistis, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui rangkaian kegiatan pra-KKN ini, diharapkan pelaksanaan KKN Tahun 2026 di Kecamatan Sukarame, khususnya di Kelurahan Way Dadi, dapat berjalan secara optimal, terkoordinasi, dan selaras dengan kebutuhan serta prioritas pembangunan masyarakat setempat.
