Kegiatan Pra-KKN dilaksanakan melalui kunjungan lapangan dan survei posko di Kelurahan Pasir Gintung pada Senin, 6 Januari 2025, pukul 09.00–12.00 WIB. Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran awal mengenai kondisi wilayah serta menentukan lokasi posko yang akan digunakan sebagai tempat singgah dan pusat koordinasi mahasiswa selama pelaksanaan KKN.
Pada kunjungan tersebut, mahasiswa KKN berkesempatan bertemu langsung dengan Ibu Lurah Kelurahan Pasir Gintung dan jajaran aparatur kelurahan. Mahasiswa disambut dengan baik serta diberikan penjelasan mengenai kondisi pemerintahan dan wilayah Kelurahan Pasir Gintung. Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa Kelurahan Pasir Gintung terdiri atas dua wilayah dengan jumlah 21 RT serta memiliki empat posyandu aktif.
Kelurahan Pasir Gintung juga memiliki berbagai fasilitas umum yang mendukung aktivitas masyarakat, seperti sekolah dari jenjang PAUD hingga SMA, termasuk sekolah Xaverius, serta keberadaan pasar sebagai pusat kegiatan ekonomi. Informasi tersebut menjadi bahan awal mahasiswa dalam merancang program kerja yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah.
Dalam kegiatan survei lapangan, mahasiswa melakukan identifikasi permasalahan lingkungan yang terdapat di Kelurahan Pasir Gintung. Salah satu permasalahan yang ditemukan adalah genangan air yang kerap terjadi di persimpangan jalan sekitar wilayah Xaverius RT/RW 04. Meskipun tidak terdapat bencana besar, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan banjir saat intensitas hujan tinggi.
Selain itu, ditemukan pula permasalahan pengelolaan sampah pasar, di mana masih terdapat oknum yang membuang sampah ke area sungai. Permasalahan ini menjadi perhatian mahasiswa dalam penyusunan program kerja, khususnya pada tema lingkungan dan mitigasi bencana. Berdasarkan penjelasan pihak kelurahan, permasalahan banjir di wilayah tersebut sulit diatasi secara struktural karena kondisi geografis jalan yang berbentuk lengkungan, sehingga solusi yang diterapkan selama ini lebih bersifat penyesuaian oleh masyarakat.
Pihak kelurahan menyampaikan bahwa seluruh lima tema besar program KKN dapat diterapkan di Kelurahan Pasir Gintung. Selama ini, wilayah tersebut belum pernah mengalami bencana selain banjir musiman. Selain itu, masyarakat Kelurahan Pasir Gintung juga telah menerapkan kegiatan piket malam atau sistem keamanan lingkungan (siskamling) yang dilakukan secara rutin oleh warga bersama jajaran keamanan kelurahan.

Terkait penentuan posko KKN, mahasiswa melakukan survei lokasi tempat singgah yang direncanakan berada di Lingkungan II. Koordinasi dilakukan dengan pihak setempat, yaitu Bapak Khelly, dengan kisaran biaya sewa posko antara Rp1.000.000 hingga Rp3.000.000. Posko tersebut direncanakan digunakan sebagai tempat singgah sementara dan pusat koordinasi kegiatan KKN.
Dalam diskusi juga dibahas kemungkinan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan malam hari, seperti piket malam di pos kamling. Pelaksanaannya akan dikondisikan kembali terkait kebutuhan menginap atau tidak selama kegiatan KKN berlangsung. Selain itu, disampaikan pula bahwa surat resmi akan menyusul dan diperlukan sebagai kelengkapan administrasi kegiatan.
Sebagai penutup, pihak kelurahan menyampaikan bahwa pelepasan KKN secara resmi akan dilaksanakan di Pemerintah Kota pada hari Jumat. Melalui kegiatan Pra-KKN berupa kunjungan lapangan dan survei posko ini, mahasiswa memperoleh gambaran awal mengenai kondisi wilayah, potensi, serta permasalahan yang ada di Kelurahan Pasir Gintung sebagai dasar penyusunan dan pelaksanaan program kerja KKN.

