
Kegiatan Pra-Kuliah Kerja Nyata (PRA-KKN) Universitas Lampung Periode 1 Tahun 2026 dilaksanakan di Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, dengan salah satu lokasi penempatan berada di Pekon Kutawaringin. Kegiatan ini menjadi tahapan awal bagi mahasiswa sebelum melaksanakan KKN selama 30 hari di wilayah tersebut. Pra-KKN bertujuan untuk mengenalkan mahasiswa dengan kondisi desa, pemerintahan setempat, serta potensi dan permasalahan yang ada di masyarakat.
Pada pelaksanaan PRA-KKN, seluruh kelompok mahasiswa terlebih dahulu dikumpulkan di kantor kecamatan Adiluwih. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa dikenalkan dengan kepala desa atau kepala pekon masing-masing wilayah penempatan. Setelah perkenalan, mahasiswa kemudian diarahkan langsung oleh Kepala Pekon Kutawaringin untuk mencari posko atau tempat tinggal yang akan digunakan selama masa KKN berlangsung.
Setelah mendapatkan arahan terkait tempat tinggal, mahasiswa diajak ke rumah Kepala Pekon Kutawaringin untuk melakukan diskusi awal. Diskusi tersebut membahas berbagai permasalahan desa serta potensi yang dapat dikembangkan selama kegiatan KKN. Melalui diskusi ini, mahasiswa memperoleh gambaran umum kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan di Pekon Kutawaringin sebagai bekal dalam menyusun program kerja.
Selanjutnya, mahasiswa diajak menuju Balai Pekon Kutawaringin dan disambut dengan hangat oleh jajaran kepengurusan pekon. Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa bertemu langsung dengan Sekretaris Pekon, para Kepala Dusun, serta perangkat pekon lainnya. Pada kesempatan ini, mahasiswa mendapatkan arahan dan harapan dari pihak pekon terkait pelaksanaan KKN agar berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat.
Pihak pekon menekankan pentingnya mahasiswa untuk selalu berbaur dengan masyarakat setempat. Mahasiswa diarahkan untuk aktif mengikuti kegiatan sosial seperti pengajian ibu-ibu muslimat, senam bersama, serta melakukan koordinasi dan diskusi terkait lingkungan dan potensi desa. Pekon Kutawaringin sendiri memiliki berbagai potensi, mulai dari UMKM seperti dodol, kerupuk, dan semprong, hingga sektor pertanian yang didominasi oleh tanaman jagung, padi sawah, kakao, dan komoditas lainnya.
Selain potensi ekonomi, Pekon Kutawaringin juga memiliki sarana pendukung kehidupan masyarakat yang cukup lengkap. Pekon ini terdiri dari lima dusun, memiliki dua TK dan tiga SD, serta fasilitas kesehatan berupa tiga posyandu yang melayani lansia dan balita. Sebagian masyarakat juga memelihara ternak sapi dan kambing, serta tergabung dalam gapoktan yang terdiri dari 11 kelompok tani. Dengan potensi tersebut, diharapkan kegiatan KKN mahasiswa UNILA dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan dan kesejahteraan masyarakat Pekon Kutawaringin.
