BANDAR LAMPUNG – Universitas Lampung (Unila) secara resmi melepas 2.425 mahasiswa untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode I Tahun 2026. Upacara pelepasan yang berlangsung khidmat ini digelar di halaman Kantor Wali Kota Bandar Lampung pada Jumat (9/1), menandai dimulainya kolaborasi strategis antara akademisi dan pemerintah daerah dalam pembangunan kota.
​Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat Pemerintah Kota Bandar Lampung, pimpinan perguruan tinggi, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Kehadiran ribuan mahasiswa ini diproyeksikan menjadi tenaga penggerak yang akan diterjunkan langsung ke berbagai kelurahan dan kecamatan di seluruh penjuru Kota Tapis Berseri.

​Lima Pilar Pengabdian
Dalam pelaksanaan tahun ini, Unila menetapkan lima tema sentral yang menjadi pedoman mahasiswa dalam menyusun program kerja di lapangan. Kelima fokus tersebut mencakup:
​Tata Kelola Lingkungan:
- Pengelolaan Sampah Perkotaan
- Mitigasi Bencana dan RTH
- Pengembangan dan Pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil.
- Sosialisasi dan Pencegahan Stunting
- Perlindungan Perempuan dan Anak.
Kelima tema tersebut dirancang selaras dengan prioritas pembangunan daerah dan kebutuhan masyarakat, mulai dari pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan, penguatan kesadaran lingkungan, kesehatan masyarakat, hingga pemanfaatan teknologi dan inovasi di tingkat kelurahan dan kecamatan.
Pemerintah Kota Bandar Lampung menegaskan bahwa peran mahasiswa KKN sangat krusial sebagai jembatan ilmu pengetahuan. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjalankan kewajiban kurikulum, tetapi mampu berkolaborasi aktif dengan aparat kelurahan dan tokoh masyarakat untuk menggali potensi wilayah serta menghadirkan solusi atas tantangan yang ada.
​Dalam arahannya, Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., menyampaikan pesan motivasi sekaligus instruksi tegas kepada para peserta. Ia menekankan bahwa esensi dari KKN adalah kontribusi nyata yang memberikan dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan warga.
​”Mahasiswa harus mampu menghadirkan kerja konkret dan menjaga nama baik almamater selama proses pengabdian berlangsung,” tegasnya.
​Melalui pelepasan ini, optimisme besar terpancar dari kedua belah pihak. Kolaborasi antara Unila dan Pemerintah Kota Bandar Lampung diharapkan mampu melahirkan inovasi baru yang menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat menuju kota yang lebih maju dan berkelanjutan.
