Pada hari Jumat, 16 Januari 2026, telah dilaksanakan rapat program kerja dan fiksasi timeline KKN sebagai upaya menyelaraskan rencana kegiatan seluruh divisi agar pelaksanaan program berjalan terstruktur, efektif, dan sesuai dengan kondisi lapangan. Rapat ini menjadi forum evaluasi kesiapan setiap program kerja sekaligus penetapan jadwal pelaksanaan yang lebih realistis.
Dalam rapat tersebut, dibahas beberapa program kerja utama. Program mitigasi bencana masih dalam tahap penentuan kolaborasi dengan pihak terkait. Apabila kolaborasi dapat terlaksana, program akan difokuskan pada pembuatan jalur evakuasi, sementara edukasi terkait pengelolaan sampah tetap dapat dijalankan secara mandiri tanpa kolaborasi.
Untuk program ketahanan pangan, disepakati bahwa bahan persemaian telah tersedia dan kegiatan penyemaian mulai dilakukan pada hari rapat. Selanjutnya, pada tanggal 20–21 Januari 2026 akan dilaksanakan kegiatan pemotongan botol sebagai media tanam. Program ini akan berjalan pada Minggu, 24 Januari 2026, diawali dengan penyampaian materi, kemudian pemberian instruksi pembuatan setelah satu sampel berhasil dibuat. Kegiatan akan dilanjutkan bersama masyarakat mulai pukul 08.00 WIB, dengan lokasi yang masih menunggu konfirmasi.
Selanjutnya, program sosialisasi pertanian dijadwalkan pada Sabtu, 24 Januari 2026, meliputi sosialisasi materi dan praktik pembuatan pestisida nabati, yang kemudian dilanjutkan dengan materi dan praktik pembuatan kompos.Pada program UMKM, ditetapkan bahwa kegiatan akan dilaksanakan bersamaan dengan bazar UMKM pada Minggu, 18 Januari 2026, dengan target partisipasi minimal 10 UMKM lokal.
Untuk program kesehatan, disepakati pelaksanaan kegiatan di Posyandu pada Selasa, 20 Januari 2026, dengan materi edukasi mengenai pentingnya ASI dan MP-ASI bagi ibu dan balita.Pembahasan juga mencakup program One Product One Village (OPOV). Program ini dinilai kurang cocok apabila digabungkan langsung dengan kegiatan UMKM karena target produk awal menyasar kalangan menengah ke atas. Alternatif yang disepakati adalah mengarahkan program pada produk yang menyasar kalangan menengah ke bawah. Apabila produk emping dijadikan OPOV, tim akan berkoordinasi dengan ibu kader posyandu, dengan pendampingan mulai dari pengemasan, pembuatan desain logo, hingga promosi digital melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok. Rencana pertemuan awal dengan ibu kader dijadwalkan pada sore hari berikutnya.
Sementara itu, program GERMAS direncanakan untuk dikolaborasikan dengan kegiatan bazar UMKM, bekerja sama dengan instruktur senam dari warga setempat. Tim KKN akan menyediakan doorprize dengan sistem undian, pemberian pertanyaan, atau penilaian senam paling heboh. Program ini akan dilaksanakan satu kali terlebih dahulu dan kemudian dievaluasi berdasarkan antusiasme warga, kebutuhan anggaran, serta ketersediaan waktu tim KKN.
