
Pada tanggal 26 Januari 2026, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bumi Raya 2 Universitas Lampung melaksanakan salah satu program kerja utama sekaligus program unggulan, yaitu budidaya SI MAGO (Sistem Maggot Organik). Program ini merupakan inovasi pengelolaan sampah organik berbasis pemberdayaan masyarakat yang dirancang sebagai solusi konkret terhadap permasalahan limbah rumah tangga di Lingkungan 2, Kelurahan Bumi Raya.
Permasalahan sampah organik seperti sisa sayuran, buah-buahan, serta limbah dapur lainnya masih menjadi tantangan di lingkungan masyarakat karena sering kali dibuang begitu saja tanpa pengolahan, sehingga menimbulkan bau tidak sedap, potensi pencemaran, serta penumpukan sampah. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN menginisiasi budidaya maggot sebagai metode alternatif yang ramah lingkungan, efisien, dan bernilai ekonomis. Maggot diketahui memiliki kemampuan alami dalam mengurai sampah organik dengan cepat, sehingga dapat mengurangi volume limbah sekaligus menghasilkan produk yang bermanfaat.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan sosialisasi dan edukasi kepada warga mengenai konsep dasar SI MAGO, mulai dari manfaat budidaya maggot, cara kerja penguraian sampah organik, hingga potensi hasil budidaya yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau ikan. Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung agar masyarakat dapat memahami prosesnya secara nyata dan aplikatif.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, mahasiswa KKN menyediakan berbagai perlengkapan budidaya, seperti telur atau bibit maggot, waring sebagai media atau wadah pemeliharaan, serta ampas tahu sebagai pakan awal. Perlengkapan tersebut kemudian dibagikan kepada warga agar dapat digunakan untuk percobaan budidaya secara mandiri di rumah masing-masing. Dengan metode ini, masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga pelaku langsung dalam proses pengelolaan sampah.
Melalui program SI MAGO, mahasiswa KKN Bumi Raya 2 tidak hanya berfokus pada penyediaan solusi teknis, tetapi juga pada pembentukan kesadaran dan kemandirian lingkungan. Diharapkan, budidaya maggot ini dapat menjadi kebiasaan baru yang berkelanjutan, sehingga mampu mengurangi penumpukan sampah organik, menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus membuka peluang ekonomi tambahan bagi masyarakat.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, SI MAGO diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, produktif, dan berkelanjutan, serta menjadi contoh praktik baik yang dapat diterapkan secara luas di lingkungan Kelurahan Bumi Raya.
