
KOTA KARANG, BANDAR LAMPUNG – Hari kelima Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (UNILA) di Kelurahan Kota Karang, Selasa (13/1/2026), diwarnai oleh aksi nyata dan perencanaan partisipatif. Para mahasiswa menginisiasi gotong royong bersama warga di pagi hari, dilanjutkan dengan lokakarya penyampaian rencana program kerja yang dihadiri berbagai unsur masyarakat.
Kegiatan hari ini dimulai dengan pembagian peran. Para mahasiswa pria bersama sejumlah warga melaksanakan gotong royong membersihkan aliran air (drainase/sungai kecil) dari sampah dan rumput liar yang mengganggu. Sementara itu, para mahasiswi mempersiapkan segala keperluan untuk Lokakarya Perencanaan Program Kerja yang dimulai pukul 09.00 WIB setelah gotong royong selesai. Dalam lokakarya, kami mempresentasikan rancangan 8 program kerja, terdiri dari 5 program sesuai matriks pemerintah dan 3 program inisiatif non-matriks.
Gotong royong dilaksanakan di salah satu titik Kelurahan Kota Karang dekat dengan pasar pada Selasa pagi. Lokakarya kemudian digelar di sebuah aula di Kelurahan Kota Karang, berlangsung dari pagi hingga siang hari pada tanggal yang sama.
Lokakarya berhasil menghimpun partisipasi aktif dari perwakilan masyarakat. Hadir sekitar 25 Ketua RT dari dua lingkungan, ditambah dengan perwakilan dari Ibu-ibu PKK, Kelompok Pokmas, dan Kader Posyandu. Turut hadir memberikan arahan dan masukan adalah Lurah Kota Karang dan Ketua Lingkungan (Kaling).
Gotong royong bukan hanya aksi rutin yang biasa disebut SELASIH (selasa bersih-bersih) yaitu membersihkan lingkungan, tetapi juga merupakan strategi pembuka dan pendekatan sosial yang efektif untuk membangun kepercayaan dan kedekatan dengan warga sebelum berdiskusi formal. Lokakarya sendiri sangat krusial sebagai media sosialisasi, validasi, dan penyelarasan program kerja. Fokus utama adalah mendiskusikan keberlanjutan program yang dirancang, memastikan ide mahasiswa sesuai kebutuhan dan bisa diteruskan oleh masyarakat setelah KKN berakhir.
Kegiatan hari ini ditutup dengan hasil yang sangat positif. Antusiasme hadirin terlihat dari diskusi yang hidup dan interaktif. Para tokoh masyarakat, termasuk RT, PKK, Pokmas, dan Posyandu, memberikan dukungan penuh serta apresiasi terhadap program kerja yang disusun oleh Kelompok KKN Kota Karang. Dukungan ini menjadi modal sosial yang berharga untuk keberjalanan program selama 30 hari ke depan.
Dengan kombinasi antara aksi langsung (gotong royong) dan forum partisipatif (lokakarya), mahasiswa KKN UNILA tidak hanya menunjukkan komitmen pengabdian, tetapi juga menegaskan pendekatan kolaboratif yang melibatkan masyarakat sebagai mitra utama dalam setiap program yang akan dijalankan.
