Hari/Tanggal : Rabu, 14 Januari 2026 Lokasi : Kelurahan Sawah Lama Fokus Bidang : Pendidikan Karakter, Kesehatan Masyarakat, Lingkungan Hidup, dan Ekonomi Digital.
Pada hari ini, tim pengabdian melaksanakan serangkaian kegiatan yang padat dan terintegrasi, mencakup koordinasi institusional dengan lembaga pendidikan, musyawarah dengan perangkat lingkungan (RT), serta aksi nyata terjun ke lapangan untuk pemetaan ekonomi. Rangkaian kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memvalidasi dan mengonsolidasikan rancangan program kerja agar sesuai dengan kondisi riil dan kebutuhan masyarakat di Kelurahan Sawah Lama.
A. Sesi Pagi: Audiensi dan Koordinasi Program Edukasi di Sekolah Dasar
Waktu & Tempat: Pagi hari di SDN 1 Sawah Lama dan SDN 2 Sawah Lama.
Deskripsi Kegiatan: Tim kami melakukan kunjungan resmi ke dua instansi pendidikan dasar di wilayah Sawah Lama. Kunjungan ini bertujuan untuk memaparkan urgensi dan teknis pelaksanaan dua program kerja utama yang menyasar siswa sekolah dasar, yaitu:
Program “Sekolah Damai” (Anti-Bullying): Mengingat maraknya isu perundungan di lingkungan pendidikan, kami menawarkan program edukasi interaktif untuk menanamkan nilai-nilai empati dan persahabatan kepada siswa.
Program “Tanggap Bencana Sejak Dini” (Mitigasi Bencana): Memberikan pengetahuan dasar mengenai langkah-langkah penyelamatan diri yang praktis bagi anak-anak dalam menghadapi potensi bencana alam.
Respon dan Tindak Lanjut: Diskusi dengan Kepala Sekolah dan dewan guru berlangsung sangat kondusif. Pihak sekolah menyambut positif inisiatif ini karena dinilai sejalan dengan pembentukan karakter Profil Pelajar Pancasila. Pihak sekolah telah memberikan lampu hijau (izin) dan menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi waktu dan tempat bagi pelaksanaan program tersebut.

B. Sesi Siang: Silahturahmi dan Elaborasi Program Kerja Bersama Ketua RT
Waktu & Tempat: Siang hari di kediaman Ketua RT setempat (Wilayah Sawah Lama).
Deskripsi Kegiatan: Kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan strategis bersama perangkat RT. Forum ini digunakan untuk menyosialisasikan program kerja berbasis pemberdayaan masyarakat yang lebih kompleks. Adapun empat pilar program yang dibahas meliputi:
Bank Sampah: Revitalisasi manajemen pengelolaan sampah untuk mengubah limbah menjadi nilai ekonomis.
Pelatihan Eco-Print: Pemberdayaan ibu-ibu PKK melalui pembuatan kerajinan tekstil ramah lingkungan.
Digitalisasi UMKM: Pendampingan pelaku usaha mikro untuk transformasi ke ekosistem digital (pemasaran dan pembayaran).
Pencegahan Stunting: Program edukasi gizi untuk mendukung target nasional penurunan angka stunting.
Hasil Pertemuan: Ketua RT memberikan masukan krusial mengenai demografi warga dan target sasaran yang tepat untuk masing-masing program. Tercapai kesepakatan mengenai jadwal tentatif dan dukungan mobilisasi warga untuk kegiatan-kegiatan tersebut.

C. Sesi Malam: Survei Lapangan dan Pemetaan Potensi Digitalisasi UMKM
Waktu & Tempat: Malam hari di sentra kuliner dan perdagangan wilayah Sawah Lama.
Pendamping Lapangan: Ibu Gema (Kader Kelurahan Sawah Lama).
Deskripsi Kegiatan: Sebagai tindak lanjut cepat dari program Digitalisasi UMKM, tim kami bergerak melakukan observasi dan wawancara langsung (survei) kepada para pedagang yang beroperasi di malam hari. Kegiatan ini didampingi secara intensif oleh Ibu Gema selaku kader kelurahan, yang berperan penting sebagai jembatan komunikasi antara mahasiswa dan pedagang lokal.
Metode Survei: Kami melakukan pendekatan persuasif untuk menggali data mengenai:
Tantangan usaha yang dihadapi pedagang.
Tingkat literasi digital (penggunaan media sosial dan e-wallet/QRIS).
Minat pedagang untuk mengikuti pendampingan digitalisasi.
Temuan Awal: Kehadiran Ibu Gema sangat membantu mencairkan suasana sehingga pedagang lebih terbuka dalam menyampaikan aspirasinya. Data yang terkumpul malam ini akan menjadi landasan (baseline data) dalam merancang modul pelatihan digitalisasi yang spesifik dan tepat guna bagi UMKM Sawah Lama.
Secara keseluruhan, kegiatan hari ini berhasil mengamankan dukungan dari tiga pilar penting di desa: Institusi Pendidikan (Sekolah), Perangkat Wilayah (RT), dan Tokoh Masyarakat (Kader).
Langkah selanjutnya adalah menyusun jadwal teknis pelaksanaan penyuluhan di sekolah dan mulai mengolah data survei UMKM untuk menentukan pedagang mana yang akan dijadikan pilot project digitalisasi. Sinergi yang terbangun hari ini menjadi modal optimisme bagi keberhasilan program kerja ke depannya.

