
Pringsewu, Jumat (9/1/2026) — Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu secara resmi menerima mahasiswa KKN Tematik Universitas Lampung dalam sebuah kegiatan penerimaan yang dilaksanakan di Kantor Pemerintah Daerah Pringsewu. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai perwakilan dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pringsewu, antara lain Dinas Pertanian, Dinas Koperasi dan UMKM, serta instansi terkait lainnya. Selain itu, kegiatan ini turut dihadiri oleh Dekan dan Wakil Dekan dari delapan fakultas di Universitas Lampung sebagai bentuk dukungan penuh terhadap pelaksanaan KKN Tematik.
Rektor Universitas Lampung, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN.Eng, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebanyak kurang lebih 7.000 mahasiswa Universitas Lampung mengikuti program KKN yang tersebar di empat kabupaten dan kota. Khusus KKN Tematik di Kabupaten Pringsewu, terdapat sekitar 130 mahasiswa dari tujuh fakultas yang ditempatkan di 13 desa di Kecamatan Adiluwih dengan pendampingan dua orang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Rektor menegaskan bahwa pengembangan Mocaf (Modified Cassava Flour) tidak hanya berkaitan dengan peningkatan teknologi pengolahan singkong, tetapi juga menyentuh aspek penguatan ekonomi masyarakat serta pemanfaatan pangan lokal sebagai bagian dari ketahanan pangan daerah. Pada kesempatan tersebut, Rektor juga berpesan agar mahasiswa senantiasa menjaga etika, sikap, serta nama baik almamater Universitas Lampung selama melaksanakan KKN di tengah masyarakat.
Sambutan dilanjutkan oleh Bupati Pringsewu, H. Riyanto Pamungkas, yang menyampaikan bahwa KKN merupakan wahana strategis bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus menjadi jembatan antara dunia akademik dan realitas kehidupan masyarakat. Bupati menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu saat ini menghadapi permasalahan rendahnya harga singkong di tingkat petani, sehingga diperlukan inovasi pengolahan seperti Mocaf dan produk turunannya untuk meningkatkan nilai tambah komoditas tersebut. Provinsi Lampung sebagai salah satu penghasil singkong terbesar di Indonesia dinilai memiliki potensi besar, namun berdasarkan data hilirisasi, sekitar 80 persen hasil singkong masih diolah menjadi tepung tapioka. Lebih lanjut, Bupati Pringsewu menegaskan bahwa KKN Tematik MOCAF diharapkan tidak hanya berorientasi pada industrialisasi semata, tetapi juga mampu mendorong pemberdayaan masyarakat desa secara berkelanjutan. Kegiatan KKN Tematik diharapkan menjadi titik temu antara akademisi dan praktisi dalam merumuskan solusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bupati juga menekankan pentingnya capaian hasil (outcome) yang konkret dari pelaksanaan KKN, bukan sekadar pemenuhan kegiatan formal, serta mengajak mahasiswa untuk bekerja dengan hati, semangat, dan kepedulian sosial.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan prosesi serah terima mahasiswa KKN Tematik Universitas Lampung secara simbolis dari pihak Universitas Lampung kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu. Serah terima ditandai dengan pengalungan atribut KKN oleh Rektor Universitas Lampung dan Bupati Pringsewu sebagai simbol dimulainya pengabdian mahasiswa di wilayah Kabupaten Pringsewu. Melalui prosesi tersebut, mahasiswa KKN Tematik Universitas Lampung secara resmi diterima sebagai mitra pembangunan daerah dan diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam pengembangan potensi desa, khususnya melalui penguatan produk MOCAF dan ekonomi lokal.
