Desa Gebang, 21 Januari 2026 — Tim mahasiswa KKN Kolaborasi Universitas Lampung (Unila) dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) merealisasikan program kerja unggulan di bidang pendidikan karakter melalui sosialisasi bertajuk “Stop Bullying!”. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN 3 Teluk Pandan, Desa Gebang, pada Rabu (21/1) siang, dengan menyasar siswa kelas tinggi.
Mengawali agenda di pagi hari, tim mahasiswa terlebih dahulu memberikan kontribusi teknis di Balai Desa Gebang dengan membantu perbaikan kendala (troubleshooting) koneksi internet pada perangkat komputer desa. Setelah memastikan layanan administrasi desa berjalan lancar, tim segera bergeser ke lokasi sekolah untuk melakukan persiapan teknis, termasuk pengecekan proyektor, materi visual, serta koordinasi tugas akhir (briefing) seluruh anggota tim.
Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB ini dikemas secara interaktif dan edukatif. Dalam paparannya, mahasiswa menjelaskan definisi perundungan (bullying) sebagai tindakan sengaja yang menyakiti orang lain, baik melalui kata-kata maupun perbuatan. Materi yang disampaikan mencakup dua klasifikasi utama:
- Bullying Fisik: Menyakiti tubuh atau merusak barang milik orang lain secara sengaja.
- Bullying Emosional: Menyakiti perasaan melalui ejekan, pengucilan, hingga penyebaran berita bohong.

Selain interaksi tatap muka, tim KKN juga menaruh perhatian khusus pada fenomena Cyberbullying. Siswa diberikan pemahaman bahwa tindakan negatif di dunia maya, seperti mengirim pesan kasar atau sekadar memberikan tanda “Suka” (Like) pada unggahan yang menyudutkan orang lain, merupakan bentuk perundungan digital yang berdampak serius.
“Kami menekankan kepada adik-adik bahwa bullying dalam bentuk apa pun tidak pernah bisa dibenarkan. Tujuan kami adalah menanamkan rasa empati agar mereka dapat saling menjaga dan menyayangi sesama teman,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa KKN.
Untuk menjaga antusiasme siswa, sesi penyampaian materi diselingi dengan metode Cek Pemahaman melalui kuis interaktif, sesi tanya jawab, serta kegiatan ice breaking yang meriah. Rangkaian acara ditutup pada pukul 14.00 WIB dengan sesi dokumentasi bersama guru dan siswa sebagai simbol komitmen bersama dalam menolak perundungan di lingkungan sekolah.
Melalui inisiatif ini, diharapkan siswa SDN 3 Teluk Pandan dapat menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif, aman, dan penuh rasa saling menghargai.
