Sidomulyo, Lampung Selatan, 24 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung Kelompok Desa Campang Tiga yang dalam pelaksanaannya dipindahkan ke Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, melaksanakan program kerja Edukasi Anti Bullying di SD Negeri 2 Sidomulyo. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya perundungan (bullying), menumbuhkan rasa empati, serta membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian bullying, berbagai bentuk bullying seperti bullying fisik, verbal, sosial, dan siber (cyberbullying), serta dampak negatif yang dapat ditimbulkan bagi korban maupun pelaku. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif menggunakan media presentasi (PowerPoint) yang disesuaikan dengan usia siswa sehingga mudah dipahami.
Sebagai bentuk penguatan materi, siswa diajak menyaksikan video edukasi yang menggambarkan dampak bullying terhadap kehidupan seorang anak. Tayangan tersebut memberikan gambaran nyata mengenai perasaan korban serta pentingnya kepedulian dari teman-teman di sekitarnya. Setelah video selesai diputar, mahasiswa KKN mengajak siswa berdiskusi melalui sesi tanya jawab mengenai isi dan pesan moral yang mereka peroleh. Siswa tampak antusias menjawab pertanyaan dan menyampaikan pendapat mereka mengenai cara mencegah tindakan bullying di lingkungan sekolah.
Pada akhir kegiatan, setiap siswa diberikan sticky notes untuk menuliskan komitmen, pesan, maupun harapan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying. Sticky notes tersebut kemudian ditempelkan pada papan komitmen sebagai simbol kesepakatan bersama untuk saling menghormati, saling membantu, menghargai perbedaan, serta berani menolak segala bentuk perundungan.
Program kerja ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KKN Universitas Lampung kepada masyarakat dalam bidang pendidikan dan pembentukan karakter anak. Melalui kegiatan ini diharapkan siswa mampu memahami pentingnya sikap saling menghargai, memiliki keberanian untuk melaporkan tindakan bullying kepada guru atau orang tua, serta menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari perundungan. Diharapkan pula nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta budaya sekolah yang penuh kepedulian dan saling menghormati.
