Malam itu, tanggal 25 Juli 2026 pukul 20.00 WIB, kediaman Bapak Ketua KPMD Desa Sudimoro dipenuhi kehangatan dan kekeluargaan. Bukan sekadar pertemuan biasa, malam tersebut menjadi ruang penting bagi kami, mahasiswa KKN Tematik Kebencanaan Unila 2026 Periode 2, untuk turut serta dalam musyawarah pekon sekaligus kegiatan arisan rutin yang telah menjadi tradisi warga setempat.
Duduk lesehan beralaskan karpet dengan suasana penuh keakraban, pertemuan malam itu dihadiri oleh jajaran penting pemerintahan desa—mulai dari Kepala Pekon, Sekretaris Desa, Kepala Dusun 1 dan 2, hingga beberapa Ketua RT. Kehadiran tokoh-tokoh masyarakat ini menjadi bukti betapa pentingnya forum musyawarah sebagai wadah komunikasi antara perangkat desa dan warganya, sekaligus menjadi momentum strategis bagi kami untuk menyampaikan progres program kerja yang telah disusun.
Di sela-sela kehangatan obrolan dan kegiatan arisan yang berlangsung, kami memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan koordinasi lebih lanjut mengenai program kerja unggulan kami, yaitu pembuatan peta rawan bencana banjir beserta jalur evakuasi bagi Desa Sudimoro. Program ini merupakan salah satu upaya konkret dalam mendukung kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana, sejalan dengan tema besar KKN yang kami usung.
Momen paling berkesan malam itu adalah ketika peta yang telah kami susun dipresentasikan dan dibahas bersama seluruh perangkat desa yang hadir. Diskusi berjalan interaktif, dengan berbagai masukan berharga dari para pemangku kepentingan setempat yang lebih memahami kondisi geografis dan kerawanan wilayah mereka. Hasilnya, malam itu menjadi momen yang sangat kami nantikan—peta rawan bencana banjir dan jalur evakuasi yang telah kami rancang akhirnya mendapat persetujuan resmi dari seluruh perangkat desa yang hadir.
Persetujuan ini bukan sekadar validasi administratif, melainkan simbol kepercayaan masyarakat terhadap upaya yang telah kami lakukan selama masa pengabdian. Peta tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi acuan penting bagi warga dalam memahami wilayah rawan banjir sekaligus jalur evakuasi yang aman, sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana berbasis masyarakat.
Bagi kami, malam itu menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan program kerja KKN Tematik Kebencanaan. Duduk bersama dalam suasana kekeluargaan, mendengar, berdiskusi, hingga akhirnya mencapai kesepakatan bersama, mengajarkan kami bahwa keberhasilan sebuah program tidak lepas dari dukungan dan kepercayaan masyarakat yang menjadi mitra utama dalam setiap langkah pengabdian ini.
