Malang Sari, 16 Juli 2026 – Dalam rangka mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi peserta didik, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung melaksanakan program kerja Sosialisasi Anti-Bullying di SD Negeri Malang Sari, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan yang diikuti oleh 52 siswa kelas 1 ini menjadi bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus merupakan salah satu program kerja utama mahasiswa KKN di bidang pendidikan.
Program sosialisasi ini dipilih sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap maraknya kasus perundungan di lingkungan sekolah. Melalui edukasi yang diberikan sejak dini, mahasiswa berharap siswa dapat memahami pentingnya saling menghargai, membangun pertemanan yang sehat, serta berani menolak segala bentuk tindakan bullying dalam kehidupan sehari-hari.
Seluruh rangkaian kegiatan dipandu secara langsung oleh mahasiswa KKN, mulai dari pembukaan hingga penutupan. Kegiatan diawali dengan mengumpulkan seluruh peserta di lapangan sekolah untuk mengikuti pembukaan, dilanjutkan dengan perkenalan mahasiswa KKN dan ice breaking melalui lagu serta tepuk Anti-Bullying yang bertujuan membangun semangat dan menarik perhatian siswa. Setelah itu, siswa melaksanakan makan bersama dan beristirahat sejenak sebelum mengikuti sesi utama di dalam kelas.

Pada sesi penyampaian materi, mahasiswa memanfaatkan berbagai media pembelajaran seperti presentasi PowerPoint, video animasi, permainan edukatif, serta pemberian hadiah agar suasana belajar menjadi lebih interaktif. Materi yang disampaikan meliputi pengertian bullying, jenis-jenis bullying, contoh perilaku perundungan yang sering ditemui di lingkungan sekolah, dampak yang ditimbulkan, cara mencegah bullying, pentingnya membangun pertemanan yang baik, serta langkah yang harus dilakukan apabila menjadi korban maupun menyaksikan tindakan bullying.
Untuk memudahkan siswa memahami materi, mahasiswa KKN juga memperagakan beberapa contoh perilaku bullying beserta cara menyikapinya melalui simulasi sederhana. Metode tersebut membantu siswa membedakan tindakan yang termasuk perundungan dengan perilaku bercanda yang masih dalam batas wajar. Setelah penyampaian materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dikemas dalam bentuk permainan. Siswa yang berani maju ke depan dan mampu menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan partisipasi mereka.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN menjalankan berbagai peran, mulai dari pembawa acara, pemateri, moderator, operator media, dokumentasi, pendamping siswa, hingga fasilitator permainan. Pembagian tugas tersebut membuat kegiatan berjalan tertib, interaktif, dan mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi seluruh peserta.
Antusiasme siswa terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Mereka aktif mengajukan pertanyaan, berani menjawab pertanyaan yang diberikan mahasiswa, serta mampu membedakan contoh perilaku bullying dengan perilaku bercanda. Melalui sesi evaluasi berupa tanya jawab, mahasiswa menilai bahwa sebagian besar siswa telah memahami materi yang disampaikan. Respons positif juga diberikan oleh para guru yang mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi karena dinilai memberikan edukasi yang penting bagi peserta didik sejak memasuki lingkungan sekolah.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN Universitas Lampung berharap nilai-nilai saling menghargai, peduli terhadap teman, dan berani menolak segala bentuk bullying dapat tertanam sejak dini pada diri peserta didik. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan budaya sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak, sekaligus memperkuat kolaborasi antara mahasiswa KKN dan SD Negeri Malang Sari dalam mendukung pembentukan karakter generasi muda.
