Malang Sari, 15 Juli 2026 – Rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri Malang Sari memasuki hari ketiga dengan mengangkat materi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Dalam kegiatan ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung turut mendampingi guru dalam mengenalkan kebiasaan positif kepada peserta didik baru melalui pendekatan yang menyenangkan, yaitu gerak dan lagu.
Kegiatan diawali dengan baris-berbaris di halaman sekolah sebagai bentuk pembiasaan disiplin bagi siswa. Setelah seluruh peserta tertib, guru memimpin penyampaian materi mengenai Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, seperti pentingnya bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur tepat waktu. Penyampaian materi dilakukan melalui lagu yang diiringi dengan gerakan sederhana sehingga lebih mudah dipahami dan diingat oleh peserta didik.
Mahasiswa KKN berperan aktif selama kegiatan berlangsung dengan membantu memimpin gerakan, mendampingi siswa yang masih kesulitan mengikuti irama maupun gerakan lagu, mengatur barisan, menyiapkan perlengkapan seperti pengeras suara, serta membantu dokumentasi kegiatan. Kehadiran mahasiswa juga mendukung guru dalam memberikan contoh gerakan sehingga siswa lebih percaya diri untuk mengikuti setiap rangkaian kegiatan.

Setelah guru menjelaskan makna dari setiap kebiasaan, lagu kembali dinyanyikan bersama sambil mempraktikkan gerakan yang telah dipelajari. Untuk meningkatkan keberanian siswa, mahasiswa KKN mengajak beberapa peserta didik yang mampu mengikuti gerakan dengan baik untuk tampil di depan teman-temannya. Bagi siswa yang masih merasa malu, mahasiswa memberikan pendampingan dan motivasi agar mereka berani mencoba. Pendekatan tersebut berhasil menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri pada diri siswa.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan makan bersama yang dilaksanakan dalam formasi melingkar. Mahasiswa KKN membantu membagikan makanan kepada seluruh peserta didik, sementara guru tetap mendampingi dan mengawasi jalannya kegiatan. Kebersamaan tersebut menjadi sarana untuk menanamkan nilai kebersamaan, kedisiplinan, serta membiasakan siswa menjaga ketertiban selama berada di lingkungan sekolah.
Setelah waktu istirahat selesai, mahasiswa kembali mendampingi kegiatan ice breaking di dalam kelas. Lagu Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dinyanyikan kembali sebagai bentuk penguatan materi, kemudian dilanjutkan dengan beberapa lagu dan permainan sederhana yang membuat suasana kelas semakin hidup sebelum kegiatan MPLS hari ketiga ditutup.
Sepanjang kegiatan berlangsung, siswa terlihat semakin antusias dibandingkan hari-hari sebelumnya. Mereka mulai mampu mengikuti gerakan secara serempak, berani tampil di depan kelas, serta aktif bernyanyi bersama guru dan mahasiswa KKN. Suasana yang awalnya dipenuhi rasa malu perlahan berubah menjadi lebih hangat, ditandai dengan semakin akrabnya interaksi antara siswa, guru, dan mahasiswa. Para guru juga memberikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa KKN yang dinilai mampu membantu menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mengenal Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai bagian dari pembentukan karakter sejak dini, tetapi juga belajar membangun rasa percaya diri, kedisiplinan, dan kebersamaan. Bagi mahasiswa KKN Universitas Lampung, keterlibatan dalam MPLS hari ketiga menjadi kesempatan untuk mendukung proses pendidikan karakter di sekolah sekaligus mempererat hubungan dengan guru dan peserta didik melalui kegiatan yang edukatif dan penuh kece
